Bahaya Pemutih Wajah Dan Kulit Yang Harus Diketahui

Bahaya Pemutih Wajah

Bahaya Pemutih Wajah Dan Kulit Yang Harus Diketahui

Bahaya Pemutih Kulit Wajah

Bahaya Pemutih Wajah Dan Kulit – Upaya pemutihan kulit sudah dilakukan oleh banyak wanita sejak berdekade yang lalu, kebanyakan dari mereka menggunakan produk dengan bahan yang berbahaya demi mendapatkan kulit wajah tanpa noda serta lebih putih lagi. Dan di keseluruhan dunia, produk pemutih kulit tumbuh sangat pesat, terutama di sektor Asia.

Karena kulit putih memang diidam – idamkan oleh semua orang tidak hanya terbatas pada wanita saja. Dan hal ini dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk memproduksi beragam macam produk untuk memutihkan kulit terutama di sektor wajah. Namun sayang sekali, banyak juga perusahaan yang tidak begitu memperdulikan kesehatan konsumennya dengan menggunakan bahan berbahaya didalam produk mereka.

Bahan Berbahaya Pemutih Kulit Wajah

Bahan kimia yang sudah biasa ada di produk pemutih kulit ini biasanya adalah hidrokinon, merkuri dan steroids. Sebagian dari bahan tersebut sudah dilarang penggunaannya di berbagai negara, sedangkan bahan seperti hidrokinon mungkin masih bisa didapatkan melalui rekomendasi dokter.

  1. Hidrokinon

Hidrokinon merupakan bahan kimia beracun yang biasa digunakan di bahan pembuatan karet dan ada di beberapa produk pewarna rambut. Hidrokinon digunakan di produk pemutih kulit baik itu krim atau lotion karena memang terbukti ampuh sebagai pemutih, cara kerjanya yaitu memperlambat produksi dari enzim tirosinase sehingga akan mengurangi produksi melamin.

Memang saat ini belum diketahui efek lengkap dari penggunaan hidrokinon, di dunia kesehatan bahan ini dikategorikan sebagai sitotoksin yakni bahan yang membawa kerusakan kepada sel. Selain itu, hidrokinon sudah diketahui telah mengakibatkan mutasi gen serta dapat menyebabkan kanker.

Hidrokinon juga diduga dapat mengakibatkan resiko komplikasi seperti gangguan pada kelenjar gondok, penyakit hati dan gangguan kelenjar adrenal. Banyak negara telah melarang penggunaan bahan ini di produk pemutih kulit seperti di Eropa, Jepang, Australia sementara itu sudah ada banyak protes agar pemerintah US segera melarangnya sementara di Indonesia sendiri, penggunaan hidrokinon masih diperbolehkan asal dengan resep dokter.

Efek samping lainnya yang didapat dari bahan pemutih kulit ini ialah ruam-ruam di kulit, iritasi kulit, kulit jadi kemerahan serta kulit menjadi kering.

  1. Merkuri

BPOM sudah sering memperingatkan masyarakat tentang bahaya merkuri di dalam produk pemutih kulit, sabun kecantikan atau lotion karena bahaya yang besar dari merkuri bagi kesehatan kita. Merkuri sendiri ialah bahan kimia beracun yang segera masuk ke dalam tubuh ketika tersentuh tetapi sangat sulit dihilangkan.

Ketika merkuri digunakan sebagai bahan pemutih kulit, ada beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan karenanya seperti perubahan warna kulit, kulit menjadi ruam dan kulit menjadi lebih mudah tergores. Menurut WHO, penggunaan merkuri secara jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi seperti merusak ginjal dan sistem saraf.

  1. Steroids

Banyak produk pemutih kulit yang menggunakan bahan baku illegal didalamnya, termasuk dosis steroid yang besar. Walaupun steroids dapat digunakan untuk mengobati peradangan kulit akibat penyakit eksim, psorias atau infeksi kulit. Steroids tidak pernah ditujukan untuk memutihkan kulit.

Steroid atau bisa disebut juga orticosteroid memang dapat memutihkan kulit, hal itu terjadi karena steroid berindak sebagai “Vasoconstriction” yang bermakna bahwa pembuluh darah di daerah yang diberi steroid akan mengalami pengerucutan (penyempitan) dan aliran darah menjadi lambat.

Karena aliran darah yang lambat, maka kulit akan memberikan penampilan yang lebih putih. Steroid juga mengakibatkan proses regenerasi sel menjadi lambat sehingga melanosit menjadi kurang, menyebabkan produksi melanin juga menurun. Efek negatif lainnya dari perlambatan pembaharuan sel ialah lapisan kulit epidermis (bagian terluar) menjadi lebih tipis sehingga pembuluh darah berwarna hijau biasanya akan terlihat.

Penggunaan steroid secara dosis tinggi dapat mengakibatkan banyak masalah yang lebih parah. Efek menipisnya kulit luar dapat meningkatkan resiko kerusakan secara fisik pada kulit, kulit akan menjadi rentan pada faktor kimia dan adanya peningkatan resiko kerusakan kulit akibat sinar matahari dan masalah pigmen lainnya.

Selain itu, dosis tinggi steroid juga mengakibatkan terganggunya kadar hormon tubuh dan dalam kasus yang langka dapat mempengaruhi kinerja kelenjar adrenal yang berperan sangat vital bagi tubuh.

  1. Rhododenol

Bahan ini bisa didapatkan dari pohon maple Nikko. Rhododenol adalah bahan aktif pemutih kulit yang sempat dilegalkan oleh pemerintah Jepang dan dikembangkan oleh Kanebo Cosmetics. Rhododenol ini mengikat tirosinase, enzim yang berkaitan dengan generasi sel melamin lalu menghambat pertumbuhannya sehingga memiliki efek mencegah regenerasi melamin.

Setelah diteliti lebih lanjut bahwa rhododenol ini dapat merusak kulit, ijin penggunaannya mulai dicabut oleh pemerintah Jepang. Bahkan pada tahun 2013, Kanebo Indonesia menarik 9 produk mereka dari Indonesia karena mengandung rhododenol.

Gejala yang timbul biasanya adalah munculnya bercak-bercak putih dan dalam kasus tertentu menunjukkan bahwa bercak-bercak itu saling tumpang tindih satu sama lain. Ada kasus dimana bercak ini muncul setelah terjadi peradangan pada bagian kulit tertentu namun ada juga dimana bercak ini muncul tanpa peradangan terlebih dahulu.

Bahan Aman Pemutih Kulit Wajah

Setelah tadi sudah diketahui tentang bahan berbahaya yang ada di produk pemutih kulit, kali ini akan saya berikan contoh bahan yang sudah terbukti aman dalam hal memutihkan kulit. Walaupun dikatakan aman dalam digunakan, anda tetap harus menggunakannya sesuai dengan apa yang dianjurkan karena jika digunakan secara berlebihan maka bahan yang aman pun bisa jadi berbahaya.

  1. Kojic acid

Kojic acid adalah zat yang diproduksi oleh beberapa jamur. Zat ini biasa digunakan dalam pembuatan sake Jepang, selain itu juga bisa digunakan pada buah-buahan yang sudah dipotong agar daging buahnya tidak menjadi kecoklatan serta mencerahkan kulit.

Kojic acid ini juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit kulit melasma (perubahan warna kulit menjadi coklat atau gelap). Walaupun terlihat banyak manfaat untuk kulit, penggunaan kojic acid secara berlebihan dapat mengakbatkan iritasi atau kulit kemerahan.

  1. Arbutin

Arbutin ialah molekul yang diekstrak dari tanaman bearberry yang bertugas menghambat tirosinase, yaitu enzim yang membentuk melamin. Pada dasarnya, bintik-bintik cokelat di wajah berasal dari pigmen yang diproduksi di dalam sel melanosit yang mengandung enzim tirosinase.

Sel melanosit ini dapat mengaktifkan enzim tirosinase setiap kali kulit terkenan sinar UV, oleh karena itu anda mungkin akan melihat bintik-bintik kecoklatan ketika berada di bawah sinar matahari terlalu lama. Dan fungsi arbutin inilah yang akan datang ke enzim tirosinase dan membuat bintik-bintik kecoklatan ditekan prosesnya.

Jika hidrokinon bekerja dengan membunuh sel yang memproduksi pigmen dan melanin, arbutin ini menghambat enzim yang merangsang sel-sel penghasil pigmen. Sehingga arbutin ini dicap sebagai pengganti hidrokinon yang dilarang di banyak negara.

  1. Liquorice

Liquorice atau kadang disebut akar manis adalah tanaman sejenis polong-polongan dari Eropa. Tanaman ini bisa tumbuh sampai satu meter dengan daun yang panjangnya sampai 15 cm. Akar manis ini bekerja sama halnya dengan arbutin yaitu menghambat proses enzim tirosinase.

Selain dalam hal mencerahkan kulit, akar manis ini juga berguna dalam bahan obat-obatan di Cina. Bahkan ekstrak akar manis juga dapat digunakan di bidang kuliner yakni biasa digunakan sebagai bahan utama permen atau biasa juga sebagai salah satu bahan minuman ringan dan teh-teh herbal.

Rasa dari ekstrak akar manis ini 50 kali lebih manis daripada gula oleh karena itu terkadang digunakan untuk menghilangkan bau tidak sedap dalam obat-obatan. Namun karena manisnya tersebut, jIka dikonsumsi secara berlebihan maka dapat menimbulkan penyakit tekanan darah tinggi.

  1. Bunga Kamomil

Bunga kamomil berasal dari tanaman yang ditemukan di Eropa, Afrika Utara dan Asia Utara. Tinggi tanaman ini kurang lebih 30 cm dengan batang yang berkerut dan bercabang serta daunnya berwarna hijau pucat. Manfaat ekstrak bunga kamomil sangatlah banyak, contohnya di dunia kesehatan kulit, kamomil dapat menyerap pigmen melanin yang menjadikan kulit tampak lebih cerah.

Selain itu, kamomil juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur karena bahan ini dapat merangsang rasa kantuk, ada juga khasiat lainnya yaitu untuk mengobati masalah pencernaan, anti inflamasi, mengobati alergi dan lain-lain. Walaupun manfaatnya begitu banyak, bunga kamomil dapat menyebabkan alergi bagi orang yang sensitif, serta tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Dampak Berbahaya Pemutih Kulit Wajah

Bahaya terbesar yang bisa terjadi ketika anda terus menerus menggunakan produk pemutih dengan bahan berbahaya tersebut ialah dengan sering berjalannya waktu, bahan tersebut dapat menghasilkan masalah kesehatan yang serius seperti rusaknya warna kulit, malfungsi sistem saraf dan organ internal serta resiko terkena kanker. Berikut daftar efek samping yang terjadi jika menggunakan bahan pemutih kulit yang berbahaya.

No. Bahan Gejala
1 Hidrokinon Gangguan kelenjar gondok
Penyakit hati
Iritasi kulit
Ruam-ruam pada kulit
Kulit kemerahan
Kulit kering
Bercak hitam pada kulit
Bercak putih pada kulit
Dapat meningkatkan resiko kanker
2 Merkuri Ruam-ruam pada kulit
Perubahan warna kulit
Kulit gampang tergores
Merusak ginjal
Merusak sistem saraf
Masalah psikologis
Kelainan fungsi otak pada janin di ibu hamil
3 Steroid Kulit mudah terluka
Pembuluh darah berwarna hijau terlihat di kulit
Menghambat prose penyembuhan luka
Jerawat
4 Rhododenol Bercak-bercak putih pada kulit

 

/* */